Kamis, 23 Juni 2011

Cinta Berkais Dusta

oleh Nuri Simfony Kata pada 03 Desember 2010 jam 13:19

 

sedu-sedan tangis mendera goresan pilu
peluh membanjir ditelungkup hati yang terkoyak
asa masih berpangku mendawai syair sembilu
menghirup tangis sendu saat rindu kian memburu
hati ini terenggut binasa penantian terbungkus luka
kukira manis yang hendak kusapa ternyata pahit harus kutelan juga
lebur rasa jiwa mengabdi disetiap tetes air mata
terbentur dinding kekecewaan saat cinta dan kasih sayang bersenandung
namun sepenggal gelisah yang tetap ada dalam hembus kehidupanku
kurasakan kebahagian hanyalah sekedar bunga tidur membuai semu
cinta dan kasih sayang bertabir kepalsuan
goresan rinduku hanya terselip dalam permainan manjamu
kusemai segala yang kudapat dalam qalbuku
karena disatu sisi hatiku tersipu manis oleh lafadz rindumu
tapi ego diri membentak hati membutakan mataku dalam keranda cintamu….

Aku... Bagimu!

oleh Nuri Simfony Kata pada 23 Juli 2010 jam 15:52

 

Sebagian waktuku hilang, ini benar benar menghilang…

Entah di mana,tapi aku mencoba untuk tenang..

Tenang,dan tenang ,sampai suatu saat dia datang..

Bukan sebagai bintang ,yang menyentuhku dengan begitu terang..

Juga bukan bulan ,yang melihatku dengan sangat benderang…

Dia hanya menyapa,tapi itu terlihat tak biasa...

Dan aku juga mencoba menyapa dia, tapi itu yang tak ku bisa!!

Atau mungkin belum ku coba...

Aku bukan berjalan tanpa mata...

Aku melihatnya ,sungguh melihatnya!!!

Dia bukan hanya sekedar cerita...

Dia nyata...dan dia ada..!!!

Dan kini dia tiada..

Benar,,,memang benar dia hanya menyapa

Tapi aku merasa,dia ada walau pun tiada

Andai dia kembali ,aku ingin lahir seperti...

Seperti daun,
yang berjatuhan di taman yang mencoba untuk menenangkannya...

Andai dia kembali,aku ingin lahir seperti...

Seperti merpati yang selalu setia

Tapi, seandainya dia tak akan pernah kembali?

Mungkin aku akan lahir seperti ikan,
yang mudah untuk melupakan....

Atau Mungkin juga aku akan lahir seperti penyair yang tetap mencintai walaupun di lupakan...

Apakah kata “kembali” terlalu jauh bagimu?

Apakah raut wajahku terlalu mudah untuk dihapuskan olehmu?

“Tersenyumlah” mungkin itu yang akan kau ucapkan.

Tapi tidak, aku tidak bisa.
semua telah hilang sesaat kau menghilang...

Namamu adalah senyuman, sentuhanmu adalah kenangan.

Dan bagai mana bisa aku terbiasa...???!

Tapi…terimakasih atas waktu yang begitu singkat..

Kau merubah perjalananku yang semestinya berat

Aku tau di dalam hati ini namamu akan menjadi pekat,dan tambah pekat

Terimakasih…

dan aku tersenyum seiring bayangmu yang semakin buram….
T_T'

HAKIKAT CINTA

oleh Nuri Simfony Kata pada 12 Juni 2010 jam 11:09

 

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…

Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan

Api menjawab:
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”

Angin menjawab:
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”

Langit menjawab:
“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu

Matahari menjawab:
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”

Pohon menjawab:
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”

Gunung menjawab:
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan larva cemburu yang membara.”

Lalu, Aku bertanya pada CINTA:
“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”

CINTA menjawab:
“CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”

“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”

“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.”

“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”

Aku lantas bertanya pada CINTA:
“Bisakah aku merasakannya?”

Sambil berlalu CINTA menjawab:
“Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri, maka itu semua akan kau rasakan, percayalah padaku tambahnya….”

Aku pun Berteriak, “Wahai KAU SANG MAHA PECINTA terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…”

Renungan Sang Hati

Sejak pertama kali aku melihat pancaran cahaya keindahan itu, jiwaku langsung bergetar…Kurasakan keharuman cinta telah menghancurkan ketenangan jiwaku…tiada yang melintas dalam anganku selain keindahan mata cinta dan tiada suara yang lebih merdu daripada suara cinta…
Saat ku menatap wajahmu , seolah ribuan kata ingin keluar dari bibirku, namun apalah daya bibir tak mampu mampu bergerak untuk melukiskan keagungan cinta.
Melalui pancaran mata, jiwa kita seolah menyatakan tidak ingin berpisah , Engkaulah pasangan bagi jiwaku, ruh yang kekal dan abadi memandang cinta dari kedalaman jiwa …bila panah cinta telah menghujam hati dan jantung- disana engkau akan mendengar suara bathin kita melantunkan bait-bait cinta yang dihiasi oleh senyum dan tangis rindu….
Duhai cintaku berjanjilah dihadapan luasnya langit …sekalipun kita takkan bersatu, namun jiwa kita kekal dalam keabadian cinta menuju rengkuhan sayap-sayap ilahi...

Rabu, 22 Juni 2011

نهاية معكم ونهاية ثم شعرت(end with you and the end I felt then)


تذكرت اخر اتصال العين الحزينة منك
حاولت أن تبتسم في نهاية هذا اللقاء
قلت لنفسي : "يجب أن يكون قويا، لا تحزنوا في ابتسامته، والوجود، يرجى!!!"...
نعم... في ذلك اليوم وتمكنت من جعل لكم ابتسامة في المرارة
ولكن... الآن يجب أن أكون سعيدا عندما قلبي دش طويل...
انها ليست سهلة...
المحك هو الروح
كنت مريضة نفسه
البكاء وحده
وابتسم بحزن الخاصة


I remembered the last mournful eye contact from you
I tried to smile at the end of that encounter
I said to myself "I must be strong, do not be sad in his presence, smile, please !!!"...
yes ... on that day I managed to make you smile in the bitterness
but ... now I should be happy when my heart a long shower ...
that it is not easy ...
stake is the soul
I was sick himself
crying alone
and smiled sadly ".........


Senin, 20 Juni 2011

Curhatku...






          "Apa kabar kelinciku sayang...????
          sudah lama kita tidak bertegur sapa.
           Aku kangen sekali dengan kamu.."


          Haha... mungkin aku sudah gila. Aku berbicara seakan-akan dia berada di dekatku. Padahal aku tahu betul kenyataan yang sebenarnya, dia tidak mencitaiku, tidak bersamaku, dan parahnya dia berniat menjauhiku untuk selamanya. Sedih??? Sangat...!!!!tapi apa boleh buat, dalam diamku, aku masih mencintainya, menyayanginya, dan bahkan merindunya di sela-sela waktu yang selalu menghimpitku
          Apakah sikapku ini salah???hm...kalau bagi dia dan orang lain tentu mereka menilai perasaanku ini salah. Tapi, kalau aku bertanya pada hatiku, jawabannya pasti “Tiada yang salah kok, itu wajar. Inilah yang dinamakan rasa cinta yang tulus. Mencitai, menyayangi, dan merindu. Yah, walau aku tahu hal ini akan sia-sia, karena aku merasakan perasaan yang tidak di rasakannya juga. Itu sebuah rasa yang sakit sekaligus hal yang paling kongkrit.” Lalu logikaku hanya bisa pasrah dan berkata “Yah terserah kamulah hati. Aku sudah tidak dapat berfikir jernih lagi. Ini sudah terlalu gila. Hati-hati saja, nanti kamu sakit sendiri lho.”
pikiran yg kacau"

Sabtu, 04 Juni 2011

THE RAIN IN JUNE

Nobody resolute
Rather than the rain in June
Its yearning-drizzle is hidden
To the tree which has bloom

Nobody wise
Rather than the rain in June
His footprints is erased
Which hesitant in the way

Nobody skillful
Rather than the rain in June
The unspoken thing is ignored
Absorbed by the root of the flower tree